libforda | Raih Akreditasi A, Perpustakaan R.I. Ardi Koesoema Resmi Jadi Perpustakaan Berstandar Nasional Pertama di KLHK

Detail Berita

Raih Akreditasi A, Perpustakaan R.I. Ardi Koesoema Resmi Jadi Perpustakaan Berstandar Nasional Pertama di KLHK

[FORDA]_Perpustakaan R.I. Ardi Koesoema, Badan Litbang dan Inovasi berhasil meraih predikat Akreditasi A. Hal tersebut tertuang dalam sertifikat akreditasi dari Perpustakaan Nasional RI yang diterima Senin (2/11/2020). Berdasarkan sertifikat tersebut Perpustakaan RI Ardi Koesoema telah menunjukkan kesesuaian dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) dengan predikat A.

“Dengan pencapaian tersebut, Perpustakaan R.I. Ardi Kosoema menjadi pionir di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam pengelolaan perpustakaan berstandar nasional,” ungkap Dr. Agus Justianto, Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di ruang kerjanya.

Prestasi ini, menurut Agus, menjadi tugas baru untuk meningkatkan diri ke depan dan memperluas manfaat akreditasi bagi perpustakaan lain dalam lingkup satuan kerja BLI dan Eselon I KLHK, dengan aktif melakukan pembinaan. Menurutnya, perluasan jaringan untuk memperoleh kesempatan baru, pengembangan sumber daya perpustakaan, aksi-aksi pengembangan literasi serta pemanfatan teknologi informasi dan komunikasi, menjadi agenda selanjutnya.

“Semangat kepada para pustakawan BLI. Semangat senantiasa memberikan hal lebih, bahkan prestasi,” pungkas Agus.

Menanggapi hasil akreditasi ini, Pusat Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selaku pembina perpustakaan khusus Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan apresiasinya kepada Badan Litbang dan Inovasi.

“Semoga menjadi pendorong dan penyemangat pengelola perpustakaan lainnya di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Semoga Perpustakaan RI Ardi Koesoeoma dapat mempertahankan akreditasi dan meningkatkan kualitas pelayananan, sekali lagi selamat dan sukses mendapatkan akreditasi A,” ucap Mochamad Satori, S.Hut., M.Si., mewakili Pusat Data dan Informasi, Setjen KLHK, ketika dihubungi melalui aplikasi pesan singkat.

Menurut Peraturan Menteri LHK Nomor: P.79/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 tentang Pengelolaan Perpustakaan Khusus Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perpustakaan khusus KLHK terdiri dari Perpustakaan Kementerian, Perpustakaan Unit Kerja Eselon I, dan Perpustakaan Unit Pelaksana Teknis. Perpustakaan kementerian yang dimaksud yaitu perpustakaan yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal KLHK.

Satori menjelaskan bahwa eselon I lain yang mempunyai perpustakaan yaitu Sekretariat Jenderal KLHK yang dikelola oleh Biro Umum dan Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya (KSDAE).

“Saat ini BLI satu-satunya perpustakaan di KLHK yang sudah terakreditasi” ungkapnya. Satori berharap mudah-mudahan tahun 2021 pengelolaan perpustakaan lingkup KLHK lebih memadai dan dapat melayani masyarakat sampai tingkat resort/tapak hutan sehingga berkontribusi nyata pada pembangunan SDM melalui peningkatkan budaya literasi masyarakat sekitar hutan.

Sejalan hal tersebut Dr. Sylvana Ratina, Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi menyatakan bahwa peningkatan budaya literasi masyarakat sekitar hutan dapat mengadopsi kegiatan ekoliterasi yang telah digagas dan dilaksanakan Perpustakaan RI Ardi Koesoema.  

Sylvana mengungkapkan saat ini juga telah dilakukan inisiasi kerja sama dengan Perpustakaan Naional RI sebagai instansi induk perpustakaan di Indonesia.

“Kerjasama ini sebagai langkah untuk mewujudkan perpustakaan R.I. Ardi Koesoema sebagai lembaga terkemuka dalam penyedia dan penyebarluasan informasi bidang lingkungan hidup dan kehutanan, dalam rangka mendukung kinerja Kementerian LHK khususnya Badan Litbang dan Inovasi,” jelas Sylvana.

Sementara itu pemustaka atau pengguna perpustakaan Prof. Dr. Sri Suharti juga menyampaikan apresiasinya atas raihan akreditasi Perpustakaan RI Ardi Koesoema.

“Selamat kepada Perpustakaan R.I Ardi Koesoema, Badan Litbang dan Inovasi yang telah memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP) dan memperoleh akreditasi A,” ucap peneliti Puslitbang Hutan tersebut melalui telepon genggamnya. Keberhasilan ini menurutnya menjadi bukti kualitas perpustakaan dan pelayanan yang sangat baik.

“Saya termasuk yang sering menggunakan jasa perpustakaan ini, baik untuk mencari referensi, mencari buku yang tidak tersedia secara online, maupun konsultasi terkait pencarian data dan informasi untuk pelaksanaan tugas sebagai peneliti,” ucap Ibu Ninik, panggilan akrabnya.

“Terima kasih dan sukses selalu untuk semua pihak yang terkait dengan pengelolaaan perpustakaan R.I Ardi Koesoema,” pungkas Ibu Ninik.

Mekanisme Akreditasi

Akreditasi perpustakaan merupakan amanat UU No 43 tahun 2007 pasal 8 tentang perpustakaan yang bertujuan untuk menjamin terpenuhinya standar minimal pengelolaan perpustakaan. Sebuah bentuk pengakuan formal dari lembaga yang lebih tinggi dengan mengacu pada standar yang berlaku.

Baca juga: Asesor Akreditasi Perpusnas RI: BLI Kelola Perpustakaan Berstandar Nasional

Asesmen Perpustakaan R.I Ardi Kosoema dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2020 oleh tim asesor Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional (LAPN) Perpustakaan Nasional R.I dengan mengacu pada instrumen standar pengelolaan perpustakaan khusus yang terdiri dari 6 komponen yaitu komponen koleksi, komponen sarana dan prasarana, komponen pelayanan perpustakaan, komponen penyelenggaraan dan pengelolaan, dan komponen penguat.  

Berdasarkan evaluasi LAP-N Perpustakaan Nasional yang tertuang dalam sertifikat akreditasi nomor 00054/LAP.PK/X.2020, Perpustakaan R.I Ardi Koesoema telah menunjukkan kesesuaian terhadap standar nasional perpustakaan dengan nilai predikat Akreditasi A. Hasil evaluasi perkompen adalah: Koleksi 94%; sarana dan prasaran 96,3%; pelayanan 92,28%; Tenaga perpustakaan 91,1%; penyelenggaraan dan pengelolaan 88,87 %; komponen penguat 90%; rata-rata 92,36%.

Perpustakaan R.I Ardi Koesoema

Perpustakaan R.I Ardi Koesoema diresmikan oleh Menteri Kehutanan periode 2001-2004, yakni Muhammad Prakosa pada 24 September 2004. Nama perpustakaan tersebut diambil dari nama peneliti Bapak R.I Ardi Koesoema, yang berjasa dalam pembangunan hutan penelitian dan konservasi eksitu jenis-jenis Dipterocarpaceae.

Penetapan nama R.I. Ardi Koesoema sebagai nama Perpustakaan Badan Litbang Kehutanan dituangkan dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.310/Menhut-II/2004 tanggal 20 Agustus 2004.

Berlokasi di Kompleks Kantor Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi, Jalan Gunung Batu No.5, Kota Bogor. Perpustakaan  menempati gedung seluas 894,2 m2, terdiri atas 2 lantai.  Menyediakan koleksi buku teks, majalah jurnal, peta, antiquariat, laporan maupun audio visual dengan jumlah total koleksi lebih dari 30 ribu judul.

Sumberdaya manusia pengelolaan dan pelayanan perpustakaan ditopang oleh 7 fungsional pustakawan yaitu Rattahpinusa H. Handisa, S.Sos., M.IM., Tutik Sriyati, S.Sos, Alhusna Padmawijaya, S.Sos., Indah Rahmawati, A.Md., Rr. Lies Widyowati, C. Sri Utami Fujiyanti, S.Hut., ME., dan Nurwita. Selain itu juga diperkuat calon fungsional pustakawan Lusi Sartika Ginoga, S.Sos, MSi. dan Nurva Chaily, SP. MSi. Mereka akan menjadi motor penggerak misi pembangunan, pemanfaatan, dan pengembangan sumberdaya pustaka lingkungan hidup dan kehutanan.

Perpustakaan RI. Ardi Koesoema menawarkan pelayanan penelusuran, layanan sirkulasi/peminjaman dan layanan referensi.  Akses layanan dapat dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi baik telepon, email maupun media sosial. Setiap minggunya Perpustakaan juga menyediakan paket-paket informasi literatur pilihan untuk para pemustaka. Pemustaka tidak hanya berasal dari Badan Litbang dan Inovasi, namun menjangkau seluruh Indonesia. (TS).

Simak video profil Perpustakaan RI Ardi Koesoema melalui tautan ini:
Penulis : Tutik Sriyati, Editor : Yayuk Siswiyanti

Note: Artikel ini juga telah tayang di website Badan Litbang dan Inovasi, KLHK  pada tautan  http://bit.ly/AkreditasiA