libforda | Delapan Tanda Karyawan dengan Energi Negatif

Detail Berita

Delapan Tanda Karyawan dengan Energi Negatif

Dear litbanger yang bersemangat,

Terkadang dalam menjalani pekerjaan kita dapat merasa kesal, bosan bahkan tidak puas. Hal tersebut umumnya bersumber dari pekerjaan ataupun hubungan antar rekan kerja. jika terus dipupuk, kondisi ini akan menimbulkan energi negatif dalam diri karyawan tersebut. Mau tau delapan tanda karyawan dengan energi negatif? berikut tanda-tandanya:
 
1. Cepat menyalahkan orang lain
Bila ditanya tentang konflik, mereka akan terus menunjukkan permasalahannya datang dari orang lain.
 
2. Emosional 
mereka menuntut kesempurnaan pada diri sendiri dan orang llain, dan bereaksi tak terkontrol saat tujuannya melenceng 
 
3. Enggan membantu
mereka tak memiliki semangat dan antusiasme kerja. alhasil, enggan untuk membantu rekan sendiri dan memberi performa lebih bagi perusahaan 
 
4. Gemar bergosip
mereka suka menyebar isu negatif yang bisa mempengaruhi semangat dan budaya kerja. walhasil, sesama karyawan saling menaruh rasa curiga.
 
5. Egois
dalam situasi tertentu, rapat misalnya, mereka akan mengajukan ide cemerlang untuk kepentingan bersama,padahal idenya hanya menguntungkan dirinya sendiri. 
 
6. Tidak Bersyukur
ketika mendapatkan apresiasi, mereka berdalih memang hal itu sudah sepantasnya diterima olehnya.
 
7. Pembawa masalah
Terkadang mereka bersikap sangat kritis terhadap masalah, tapi ujung-ujungnya melempar masalah tanpa solusi.
 
8. Sering berbohong
berhati-hatilah dengan kolega yang sering berbohong. terutama dalam urusan pekerjaan. sebab hal ini bisa merusak kekompakan bersama.  
 
 
Steve Jobs pernah berkata, " satu-satunya cara untuk mendapatkan pekerjaan luar biasa adalah mencintai apa yang anda lakukan. jika anda belum menemukannya juga, terus cari". Namun bagaimana dengan orang yang tidak menyukai pekerjaannya, tapi tidak mungkin pula mencari pekerjaan lain karena berbagai kondisi?
 
Pastikan, kita mensugesti otak kita untuk melihat sisi positifnya. dijamin otakpun akan patuh untuk mencarinya. yang penting, jangan patah hati dan putus asa bila belum bisa melihat makna dari pekerjaan kita. pahamilah bahwa bukan situasinya yang salah, tapi otak kitalah yang perlu sering dilatih. so paksalah otak kita untuk belajar melihat hal-hal baik, sekecil apa pun. tujuannya agar kita terbiasa menemukan hal-hal baik ketimbang mengabaikannya.
 
Sumber : INTISARI ed. Februari 2017