libforda | Menguak Aktivitas Pengambilan Kayu Bakar di TNWK : Sebuah Solusi

Detail Berita

Menguak Aktivitas Pengambilan Kayu Bakar di TNWK : Sebuah Solusi

Kayu bakar telah dipergunakan sebagai sumber energy sejak jaman dahulu. Penyediaan kayu bakar di Indonesia umumnya berasal dari area bukan hutan dan area hutan produksi. Meskipun begitu, pemanfaatan kayu bakar dari area hutan konservasi masih dilakukan. Dalam penelitian yang dilakukan Arnold et al. (2003), diketahui bahwa sekitar 29% penyediaan kayu bakar berasal dari sumber yang  tidak diketahui. 
 
Didalam artikel ilmiah yang berjudul “Impacts, Patterns, Influencing Factors And Policies Of Fuelwood Extraction In Way Kambas National Park, Indonesia” ditulis oleh Ari Rakatama dari BKSDA Lampung mengatakan bahwa suplay 29% yang berasal dari sumber yang tidak diketahui dapat berasal dari area hutan konservasi. Pamanfaatan kayu bakar dari hutan konservasi ini jika tidak dilakukan dengan pengawasan yang baik dapat mengancam keberadaan hutan. Oleh karena itu diperlukan solusi yang tepat untuk menghindari degradasi hutan yang lebih lanjut.
 
Pada artikel penelitian tersebut yang juga telah dipublikasikan di Indonesian Journal of Forestry Research Vol. 3, No. 1, April 2016, 33-47, penulis berusaha menjawab permasalahan diatas dengan menggunakan metode penelitian meliputi analisis data dan peta TNWK terkait dengan degradasi hutan, inventarisasi, analisis kebijakan saat ini, survey pengambilan kayu bakar, pengamatan terhadap pengumpul kayu bakar, survey permintaan kayu bakar, dan identifikasi pilihan kebijakan selanjutnya.
 
Fakta dilapangan menunjukan bahwa pengambilan kayu bakar di TNWK menurunkan stok biomasa hutan (1,06 ton/ha/tahun) dan menurunkan indeks keanekaragamanjenis (dari 3,05 menjadi 2,45), indeks kemerataan jenis (dari 1,06 menjadi 0,91), dan rasio pohon-permudaan (dari 1,29 menjadi 1).
Ingin tahu lebih lanjut terkait temuan dalam penelitian ini? Silahkan pembaca untuk langsung mengakses http://dx.doi.org/10.20886/ijfr.2016.3.1.33-47