Wednesday, 08 September 2010   
 
Menu Utama






Katalog
Katalog Koleksi
Index A - Z
Pembatas
Extra
Berita
Pengumuman
Buku Tamu
Statistika Perpustakaan
Online Database
Publikasi
E-Learning

Polling
Bagaimana kondisi hutan di Indonesia?
Bagus
Biasa
Hancur
Lihat hasil Polling

Jumlah Kunjungan
Anda Pengunjung
ke-162214



Untitled Document
Admin Status:
 
BERITA DETAIL

Perdagangan Karbon Tak Adil
15-12-2009  09:28:32

JAKARTA, KOMPAS.com - Melalui kegiatan Global Day of Action-International Demonstrations on Climate Change, yakni sebuah aksi demonstrasi perubahan iklim secara global, Sabtu (12/12) di berbagai negara di dunia, ditekankan agar reduksi emisi tidak dialihkan menjadi mekanisme perdagangan karbon. Perdagangan karbon dengan ”pembeli” negara maju dan ”penjual” negara berkembang itu merupakan mekanisme tidak adil.

”Perdagangan karbon dari negara-negara berkembang yang diklaim menjadi sebuah upaya penurunan emisi oleh negara maju itu berarti tetap membiarkan emisi terus berlangsung dari kegiatan industri di negara-negara maju. Ini suatu bentuk pengalihan reduksi emisi yang harus ditentang,” kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Berry Nahdian Forqan di Jakarta.

Bersama aktivis lingkungan lainnya, Walhi mengarahkan tuntutan melalui Global Day of Action ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. AS, dengan total emisi 36,1 persen di dunia, hingga saat ini enggan menyepakati target penurunan emisi sesuai dengan Protokol Kyoto. Ini menjadi preseden buruk bagi negara lain.

Kesepakatan global yang dituangkan dalam Protokol Kyoto, menurut Berry, mencapai target menurunkan emisi 24-25 persen dari level tahun 1990 untuk pencapaian tahun 2020, khusus bagi negara-negara industri atau Annex-1. Berdasarkan pertimbangan dan analisis ilmiah, jika target penurunan emisi tersebut tidak ditempuh, diperkirakan kenaikan suhu global mencapai 2 derajat celsius dalam 100 tahun terakhir.

”Kenaikan suhu 2 derajat celsius berdampak pada perubahan iklim dan bencana yang lebih parah akan dihadapi negara-negara berkembang, bukan negara- negara maju. Negara maju sekarang lebih siap menghadapi bencana atas perubahan iklim,” kata Berry.

Lahan gambut

Melalui surat elektronik pada Sabtu pekan lalu, Ketua Kelompok Kerja Alih Guna Lahan dan Kehutanan pada Dewan Nasional Perubahan Iklim Doddy Sukadri dari Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC) di Kopenhagen, Denmark, menyatakan, Indonesia menekankan pentingnya mengurangi emisi melalui upaya mempertahankan lahan gambut.

Mantan Direktur Eksekutif Walhi Chalid Muhammad mengatakan, dari sisi mempertahankan kehutanan maupun lahan gambut, Indonesia dihadapkan pada ironi perluasan lahan perkebunan sawit di sejumlah daerah yang disetujui pemerintah. ”Perluasan sawit kian mendesak keberadaan hutan-hutan heterogen yang menyimpan keanekaragaman hayati,” kata Chalid. (NAW)


Sumber : http://sains.kompas.com/read/xml/2009/12/14/06432369/perdagangan.karbon.tak.adil


Kembali ke halaman index berita
  
 
Penelusuran
 Penelusuran dalam web
 
 
 Penelusuran global
 
 

Kalender
phpCalendar.php
September - 2010
Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30    

Berita Terbaru
3 Hasil Penelitian Badan Litbang Kehutanan dalam 102 Inovasi Indonesia yang paling Prospektif tahun 2010
Update :
2010-08-27 09:01:10
Sumber : http://www.dephut.go.id/
3 hasil penelitian Badan Litbang Kehutanan dalam 102 Inovasi Indonesia yang paling prospektif tahun 2010 3 hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan berhasil masuk dalam 102 Inovasi Indonesia yang paling prospektif tahun 2010, yaitu: 1. Pemanfaatan Limbah Batang Sawit sebagai Alternatif Bahan Baku
-----------------------------------------------------
Perdagangan Karbon Bukan Bisnis Utama
Update :
2010-06-02 12:39:17
Sumber : http://koran.kompas.com/read/xml/2010/06/01/03285222/perdagangan.karbon.bukan.bisnis.utama
Selasa, 1 Juni 2010 | 03:28 WIB Jakarta, Kompas - Kalangan pengusaha kehutanan mengingatkan pemerintah untuk lebih berhati-hati menerapkan moratorium penerbitan izin baru konversi hutan alam dan lahan gambut untuk mendapatkan kompensasi karbon. Perdagangan karbon bukan bisnis utama sektor kehutanan nasional
-----------------------------------------------------
Norwegia Bayar Tunai Stok Karbon
Update :
2010-06-02 12:38:19
Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/29/02481156/norwegia.bayar.tunai.stok.karbon
Sabtu, 29 Mei 2010 | 02:48 WIB Jakarta, Kompas - Pemerintah Norwegia sepakat bekerja sama dengan Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dari penggundulan dan degradasi hutan dengan kompensasi pembayaran tunai atas kenaikan stok karbon tahun 2013. Penerbitan izin baru
-----------------------------------------------------
Penasehat Kapolri: Polisi Sering Ditekan Cukong Kayu
Update :
2010-04-23 07:46:23
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/04/23/064512/1343826/10/penasehat-kapolri-polisi-sering-ditekan-c
Jakarta - Mulai tahun 2005, Kepolisian telah bertindak aktif untuk memberantas mafia kehutanan yang sebenarnya sudah marak sejak masa orde baru. Penegak hukum pun sering mendapatkan tekanan dari para cukong kayu ketika melakukan pengusutan kasus ini. "Mafia hutan ini sudah berlangsung
-----------------------------------------------------
IPW Desak Satgas Segera Turun ke Lapangan Ungkap Mafia Hutan
Update :
2010-04-23 07:45:28
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/04/23/013525/1343799/10/ipw-desak-satgas-segera-turun-ke-lapangan
Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) mendukung penuh upaya langkah Indonesia Corruption Watch (ICW) yang meminta Satgas Pemberantasan Mafia Hukum mengusut mafia kehutanan. IPW juga meminta Satgas segera menyelidiki atas dasar apa polisi menghentikan sejumlah kasus ilegal logging di Riau. "Kita
-----------------------------------------------------
Login
 Username :
 
 Password  : 
 

 

 Lupa password anda ?
 
Halaman Utama | Galeri | Web Link | Forum | Kontak Kami | Download | Site Map
Copyright © 2007
Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema"
Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan
Saran dan Kritik : webmaster