Wednesday, 08 September 2010   
 
Menu Utama






Katalog
Katalog Koleksi
Index A - Z
Pembatas
Extra
Berita
Pengumuman
Buku Tamu
Statistika Perpustakaan
Online Database
Publikasi
E-Learning

Polling
Bagaimana kondisi hutan di Indonesia?
Bagus
Biasa
Hancur
Lihat hasil Polling

Jumlah Kunjungan
Anda Pengunjung
ke-162214



Untitled Document
Admin Status:
 
BERITA DETAIL

KTT Perubahan Iklim Diharapkan Presiden Tak Sia-sia
15-12-2009  09:28:02

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap keikutsertaannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (United Nations Frameworks Convention on Climate Change/UNFCCC) di Denmark, tidak sia-sia.

Konferensi Perubahan Iklim bisa menghasikan rencana aksi bersama yang konkret untuk mengurangi emisi karbon serta memastikan implementasi Bali Roadmap yang telah susah payah dicapai dalam konferensi sebelumnya di Bali, dua tahun lalu.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal menjawab pers, sebelum menyertai Presiden Yudhoyono menuju Eropa di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (13/12/2009).

"Presiden berharap tidak sia-sia dan KTT tersebut dapat menghasilkan suatu program aksi yang konkret untuk mengurangi emisi karbon. Program tersebut dapat segera ditandatangani setelah KTT di Kopenhagen. Presiden juga berharap konferensi ini juga merupakan finalisasi dari Bali Roadmap yang susah payah dicapai kemarin dua tahun lalu," tandas Dino.

Menurut Dino, Presiden Yudhoyono juga merasa upayanya mendorong keberhasilan KTT di Kopenhagen ini sesuatu yang berat sekali. "Karena posisi negara maju dan negara berkembang yang masih terlalu kaku dan belum bisa dijembatani. Sekarang ini masih ada perbedaan dan belum ada kompromi mengenai kesepakatan-kesepakatan mengenai emisi karbon. Jadi, jangan beranggapan di Kopenhagen ini akan mudah pembahasannya," jelas Dino.

Dino mengakui Protokol Kyoto sangat lemah karena hanya disepakati oleh negara-negara maju. Komitmen untuk mengurangi emisi karbonnya hanya 6-8 persen. Sampai sekarang, itupun tidak pernah terjadi. Pa dahal, emisi global naik 40 persen sejak Protokol Kyoto ditandatangani. "Karena itu akan dilihat target apa yang akan disetujui oleh negara-negara maju. Target sekarang ini pengurangan emisi karbon harus 40 persen pada 2020. Akan tetapi, kalau melihat sekarang ini, banyak negara maju yang tidak siap untuk melakukan itu," kata Dino.

"Tidak mungkin negara berkembang yang harus memimpin di depan untuk melindungi Bumi ini, akan tetapi justru harus negara maju yang berada di depan. Karena merekalah justru yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca," tambahnya.

Tujuh gubernur

Dikatakan Dino, Indonesia di posisi yang baik karena inovatif dan berani menggagas untuk mengurangi 26 persen emisi karbon pada tahun 2012. Bahkan, Indonesia berkomitmen menguranginya sampai 21 persen jika ada bantuan dari pendanaan internasional, ungkap Dino.

Dalam kunjungannya itu, selain disertai sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Presiden Yudhoyono juga disertai tujuh gubernur. Mereka, di antaranya, Gubernur Sulawesi Utara Sarun Dayang, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Gubernur Papua Barnabas Suebu, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Jusuf, dan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang.

Kehadiran para gubernur dalam rombongan Kepala Negara itu untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia begitu serius dalam bidang konservasi hutan, baik pada tingkat pusat maupun daerah, demi mengurangi tingkat pemanasan global. "Sebab, masalah kehutanan menjadi solusi global dunia satu-satunya cara untuk menyerap kembai CO2. Hutan sangat strategis. Indonesia salah satu negara yang mempunyai hutan terbesar di dunia, termasuk juga Brasil, Meksiko, dan Papua Niugini," jelasnya.

Sebelum mengikuti KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen, Presiden melakukan kunjungan kehormatan di tiga negara, yaitu Perancis, Jerman, dan Belgia.


Sumber : http://sains.kompas.com/read/xml/2009/12/13/11423759/ktt.perubahan.iklim.diharapkan.presiden.tak.sia


Kembali ke halaman index berita
  
 
Penelusuran
 Penelusuran dalam web
 
 
 Penelusuran global
 
 

Kalender
phpCalendar.php
September - 2010
Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30    

Berita Terbaru
3 Hasil Penelitian Badan Litbang Kehutanan dalam 102 Inovasi Indonesia yang paling Prospektif tahun 2010
Update :
2010-08-27 09:01:10
Sumber : http://www.dephut.go.id/
3 hasil penelitian Badan Litbang Kehutanan dalam 102 Inovasi Indonesia yang paling prospektif tahun 2010 3 hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan berhasil masuk dalam 102 Inovasi Indonesia yang paling prospektif tahun 2010, yaitu: 1. Pemanfaatan Limbah Batang Sawit sebagai Alternatif Bahan Baku
-----------------------------------------------------
Perdagangan Karbon Bukan Bisnis Utama
Update :
2010-06-02 12:39:17
Sumber : http://koran.kompas.com/read/xml/2010/06/01/03285222/perdagangan.karbon.bukan.bisnis.utama
Selasa, 1 Juni 2010 | 03:28 WIB Jakarta, Kompas - Kalangan pengusaha kehutanan mengingatkan pemerintah untuk lebih berhati-hati menerapkan moratorium penerbitan izin baru konversi hutan alam dan lahan gambut untuk mendapatkan kompensasi karbon. Perdagangan karbon bukan bisnis utama sektor kehutanan nasional
-----------------------------------------------------
Norwegia Bayar Tunai Stok Karbon
Update :
2010-06-02 12:38:19
Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/29/02481156/norwegia.bayar.tunai.stok.karbon
Sabtu, 29 Mei 2010 | 02:48 WIB Jakarta, Kompas - Pemerintah Norwegia sepakat bekerja sama dengan Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dari penggundulan dan degradasi hutan dengan kompensasi pembayaran tunai atas kenaikan stok karbon tahun 2013. Penerbitan izin baru
-----------------------------------------------------
Penasehat Kapolri: Polisi Sering Ditekan Cukong Kayu
Update :
2010-04-23 07:46:23
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/04/23/064512/1343826/10/penasehat-kapolri-polisi-sering-ditekan-c
Jakarta - Mulai tahun 2005, Kepolisian telah bertindak aktif untuk memberantas mafia kehutanan yang sebenarnya sudah marak sejak masa orde baru. Penegak hukum pun sering mendapatkan tekanan dari para cukong kayu ketika melakukan pengusutan kasus ini. "Mafia hutan ini sudah berlangsung
-----------------------------------------------------
IPW Desak Satgas Segera Turun ke Lapangan Ungkap Mafia Hutan
Update :
2010-04-23 07:45:28
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/04/23/013525/1343799/10/ipw-desak-satgas-segera-turun-ke-lapangan
Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) mendukung penuh upaya langkah Indonesia Corruption Watch (ICW) yang meminta Satgas Pemberantasan Mafia Hukum mengusut mafia kehutanan. IPW juga meminta Satgas segera menyelidiki atas dasar apa polisi menghentikan sejumlah kasus ilegal logging di Riau. "Kita
-----------------------------------------------------
Login
 Username :
 
 Password  : 
 

 

 Lupa password anda ?
 
Halaman Utama | Galeri | Web Link | Forum | Kontak Kami | Download | Site Map
Copyright © 2007
Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema"
Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan
Saran dan Kritik : webmaster