Friday, 10 September 2010   
 
Menu Utama






Katalog
Katalog Koleksi
Index A - Z
Pembatas
Extra
Berita
Pengumuman
Buku Tamu
Statistika Perpustakaan
Online Database
Publikasi
E-Learning

Polling
Bagaimana kondisi hutan di Indonesia?
Bagus
Biasa
Hancur
Lihat hasil Polling

Jumlah Kunjungan
Anda Pengunjung
ke-162682



Untitled Document
Admin Status:
 
BERITA DETAIL

Lima Tahun, Waktu Sosialisasi Konsep REDD
15-12-2009  09:19:43

KOPENHAGEN, KOMPAS.com – Konsep Reducing Emissions from Deforestation and forest Degradation (REDD), menjadi salah satu materi yang hangat diperbincangkan dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi PBB mengenai perubahan iklim di Kopenhagen, Denmark. Materi ini diusulkan menjadi salah satu yang diatur dalam kesepakatan baru pengganti Protokol Kyoto.

Bagi negara berkembang dengan tutupan hutan yang luas, digolkannya konsep REDD sangat diharapkan terutama untuk mendapatkan dukungan finansial dalam melakukan upaya perbaikan hutan. Pilot project REDD di Indonesi, Berau Forest Carbon Program/BFCP, dilakukan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, di sebuah hutan dengan luas 2,2 juta hektar. Target yang hendak dicapai adalah pengelolaan efektif 800.000 hektar hutan dan mencegah emisi karbon 10 juta ton CO2 dalam waktu 5 tahun.

Senior Advisor The Nature Conservancy, Wardojo Wahyudi mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan kerjasama dengan pemilik hak pengelolaan hutan (HPH), pemilik perkebunan kelapa sawit dan dengan pemerintah daerah setempat. Untuk memulai proyek ini, dilakukan pula pendekatan dengan masyarakat lokal.

“Pendekatan bundling jadi satu, untuk menghindari sensitifitas tentang tenure, human rights dan lain-lain. Kami bekerja sama dengan HPH, agar menurunkan emisinya dari forest degradation, bekerja dengan beberapa perkebunan kelapa sawit yang punya hak konversi hutan, dan membantu pemerintah melakukan manajemen hutan lindung lebih baik,” kata Wahyudi, dalam paparan REDD di Indonesia, dalam rangkaian Forest Day, di Kopenhagen, Denmark, Minggu (13/12/2009).

Sebelum mulai mengimplementasikan proyek ini, dilakukan analisa terhadap karakter daerah setempat. Dikatakan Wahyudi, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk membuat segalanya mapan dilaksanakan. “Setelah dilakukan analisis, ternyata ada perbedaan dalam karakteristik masyarakat yang harus menjadi perhatian. Dalam waktu lima tahun lah, dengan pendampingan kita, pemda dan komunitas akan siap. Dengan catatan, pendanaan harus mulai ada tahun depan,” kata Wahyudi.


Sumber : http://sains.kompas.com/read/xml/2009/12/14/1256503/lima.tahun.waktu.sosialisasi.konsep.redd


Kembali ke halaman index berita
  
 
Penelusuran
 Penelusuran dalam web
 
 
 Penelusuran global
 
 

Kalender
phpCalendar.php
September - 2010
Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30    

Berita Terbaru
3 Hasil Penelitian Badan Litbang Kehutanan dalam 102 Inovasi Indonesia yang paling Prospektif tahun 2010
Update :
2010-08-27 09:01:10
Sumber : http://www.dephut.go.id/
3 hasil penelitian Badan Litbang Kehutanan dalam 102 Inovasi Indonesia yang paling prospektif tahun 2010 3 hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan berhasil masuk dalam 102 Inovasi Indonesia yang paling prospektif tahun 2010, yaitu: 1. Pemanfaatan Limbah Batang Sawit sebagai Alternatif Bahan Baku
-----------------------------------------------------
Perdagangan Karbon Bukan Bisnis Utama
Update :
2010-06-02 12:39:17
Sumber : http://koran.kompas.com/read/xml/2010/06/01/03285222/perdagangan.karbon.bukan.bisnis.utama
Selasa, 1 Juni 2010 | 03:28 WIB Jakarta, Kompas - Kalangan pengusaha kehutanan mengingatkan pemerintah untuk lebih berhati-hati menerapkan moratorium penerbitan izin baru konversi hutan alam dan lahan gambut untuk mendapatkan kompensasi karbon. Perdagangan karbon bukan bisnis utama sektor kehutanan nasional
-----------------------------------------------------
Norwegia Bayar Tunai Stok Karbon
Update :
2010-06-02 12:38:19
Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/29/02481156/norwegia.bayar.tunai.stok.karbon
Sabtu, 29 Mei 2010 | 02:48 WIB Jakarta, Kompas - Pemerintah Norwegia sepakat bekerja sama dengan Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dari penggundulan dan degradasi hutan dengan kompensasi pembayaran tunai atas kenaikan stok karbon tahun 2013. Penerbitan izin baru
-----------------------------------------------------
Penasehat Kapolri: Polisi Sering Ditekan Cukong Kayu
Update :
2010-04-23 07:46:23
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/04/23/064512/1343826/10/penasehat-kapolri-polisi-sering-ditekan-c
Jakarta - Mulai tahun 2005, Kepolisian telah bertindak aktif untuk memberantas mafia kehutanan yang sebenarnya sudah marak sejak masa orde baru. Penegak hukum pun sering mendapatkan tekanan dari para cukong kayu ketika melakukan pengusutan kasus ini. "Mafia hutan ini sudah berlangsung
-----------------------------------------------------
IPW Desak Satgas Segera Turun ke Lapangan Ungkap Mafia Hutan
Update :
2010-04-23 07:45:28
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/04/23/013525/1343799/10/ipw-desak-satgas-segera-turun-ke-lapangan
Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) mendukung penuh upaya langkah Indonesia Corruption Watch (ICW) yang meminta Satgas Pemberantasan Mafia Hukum mengusut mafia kehutanan. IPW juga meminta Satgas segera menyelidiki atas dasar apa polisi menghentikan sejumlah kasus ilegal logging di Riau. "Kita
-----------------------------------------------------
Login
 Username :
 
 Password  : 
 

 

 Lupa password anda ?
 
Halaman Utama | Galeri | Web Link | Forum | Kontak Kami | Download | Site Map
Copyright © 2007
Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema"
Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan
Saran dan Kritik : webmaster