libforda | Biodegradasi Limbah Pulp dengan Jamur

Detail Berita

Biodegradasi Limbah Pulp dengan Jamur

BLI (Bogor, 20 Maret 2020). Meningkatnya produksi pulp dan kertas sebagai imbas kenaikan permintaan pasar akan menghasilkan komoditas dan juga hasil sampingan. Hasil sampingan seperti limbah pulp memiliki nilai ekonomi yang rendah dengan konsekuensi lingkungan yang tinggi, oleh karenanya, diperlukan teknologi untuk menambah nilai limbah pulp.

Siti Wahyuningsih salah satu peneliti dari Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan berhasil membuktikan bahwa sebagian jenis jamur mampu mendekomposisi limbah pulp. Dalam penelitiannya, jamur jenis P. chrysosporium, kombinasi Penicillium oxalicum dan P. citrinum dan kombinasi ketiga jamur tersebut dapat mendekomposisi limbah pulp dari salah satu perusahaan pulp di Sumatera Utara.

Penelitian yang dipublikasikan pada Indonesian Journal of Forestry Research pada bulan October lalu tersebut menunjukkan setelah satu bulan inkubasi, P. chrysosporium dapat meningkatkan hara makro dan mikro dari limbah pulp. Namun, setelah enam bulan inkubasi, kombinasi dari P. oxalicum dan P. citrinum mampu meningkatkan kadar P, K, CEC dan mengurangi kadar timbal dari limbah pulp. Sedangkan, kombinasi dari ketiga jamur P. oxalicum, P. citrinum and P. Chrysosporium memberikan kadar N dan Mg tertinggi.

Lebih lanjut dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa pengomposan dilakukan dengan menginokulasi jamur P. chrysosporium, kombinasi P. oxalicum dan P. citrinum dan kombinasi  dari ketiga jamur tersebut dengan kerapatan 107 (spora/ml) ke dalam15 kg limbah yang telah mendapat perlakuan awal. Kemudian, limbah yang telah diinokulasi tersebut diinkubasi selama satu dan enam bulan. (TS)

Artikel lengkap dapat diunduh pada tautan berikut: http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/IJFR/article/view/4948