Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | Pengaruh Kadar Air Terhadap Kualitas Pelet kayu Dari Serbuk Gergajian Kayu Jabon dan Ketapang

Detail Berita

Pengaruh Kadar Air Terhadap Kualitas Pelet kayu Dari Serbuk Gergajian Kayu Jabon dan Ketapang

Bogor, (BLI, 31/05/2019) - Pelet merupakan produk sampingan olahan kayu untuk energi alternatif bahan bakar non fosil.  Saat ini, permintaan pelet kayu untuk kebutuhan rumah tangga di dunia mengalami trend kenaikan. Pelet kayu untuk kebutuhan energi rumah tangga mempunyai standar kualitas tinggi. Tingkat kadar air biomassa menjadi salah satu faktor berpengaruh terhadap kualitas pelet kayu.

Sebuah penelitian tentang hubungan antara kadar air dengan kualitas pelet kayu dari jenis jabon dan ketapang telah dilakukan oleh tim penelitian dari Pusat Penelitian Hasil Hutan Badan Litbang dan Inovasi (Puslit HH BLI). Tujuan penelitian tersebut guna mengetahui pengaruh kadar air biomassa pada kualitas pelet kayu jabon dan ketapang dibandingkan dengan standar mutu ISO 17225-2. Serangkaian eksperimen telah dilakukan dengan komposisi sebagai berikut:  pelet kayu dibuat dengan variasi kadar air biomassa <10% (kering udara), 15%, dan 20%. Pelet kayu dicetak pada tekanan 464,52 kg/cm2, pada suhu 150°C, selama 10 menit. Keragaman data dianalisis menggunakan uji statistik ANOVA,  uji lanjutan Tukey dan Homogenity test. Penentuan pelet terbaik dilakukan dengan metode skoring.

Selama proses eksperimen tersebut, tim penelitian yang terdiri dari Ratri Yuli Lestari, I Dewa Gede Putra Prabawa, Budi Tri Cahyana berhasil mengidentifikasi bahwa perubahan kadar air secara signifikan mampu menaikkan densitas dan ketahanan pakai, menurunkan kandungan zat terbang, kalori, sulfur, dan nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelet kayu yang dihasilkan secara umum memenuhi standar ISO 17225-2 untuk kategori A1 dan B. Pelet kayu dari jabon dan ketapang ini merupakan pelet berkualitas tinggi yang sesuai untuk penggunaan non-industri dan rumah tangga. Berdasarkan hasil skoring, pelet terbaik dihasilkan dari serbuk kayu jabon dengan kadar air 20% dan ketapang pada kadar air 15%. Pelet mempunyai kadar kalori cukup tinggi untuk kebutuhan rumah tangga, serta mempunyai nilai kadar abu, sulfur, nitrogen, dan logam yang rendah sehingga relatif aman, serta tidak menimbulkan banyak asap dan sisa pembakaran (disadur oleh RAH)

Artikel jurnal dapat diunduh pada : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/4908

DOI : https://doi.org/10.20886/jphh.2019.37.1.1-12