Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | Temuan Jenis Tumbuhan Asing Invasif di Taman Wisata Alam Gunung Meja, Manokwari

Detail Berita

Temuan Jenis Tumbuhan Asing Invasif di Taman Wisata Alam Gunung Meja, Manokwari

Bogor, (BLI, 17/03/2019) - Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja di Papua Barat menyimpan potensi keragaman flora dan fauna. Keberadaan kawasan hutan dataran rendah tersebut berperan penting dalam menjaga pasokan air dan menyediakan objek wisata alam bagi masyarakat disekitarnya, khususnya kota Manokwari. Kelestarian ragam flora fauna pada TWA Gunung Meja nya perlu dijaga fungsi hidrologisnya berjalan secara berkesinambungan. Namun keberadaan tumbuhan asing invasif (Invasive Alien Species) pada kawasan TWA Gunung Meja tersebut mulai mengancam tumbuhan lokal. Perkembangan tumbuhan asing tersebut secara cepat mulai menekan populasi jenis-jenis tumbuhan lokal pada kawasan hutan tersebut. Apabila tumbuhan asing tersebut diabaikan maka tanaman invasif tersebut  dapat menurunkan kualitas dan fungsi kawasan serta menghilangkan keindahan kawasan wisata alam Gunung Meja.

Sebuah penelitian tentang jenis tumbuhan asing invasif di TWA Gunung Meja mengidentifikasi jenis tumbuhan asing yang mengancam keberadaan tumbuhan lokal di kawasan hutan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penjelajahan dan tim peneliti mendokumentasikan temuan tanaman invasif tersebut berdasarkan ciri-ciri morfologinya. Selanjutnya, tumbuhan invasif diidentifikasi dengan bantuan tenaga pengenal tumbuhan dan checklist dan sumber-sumber rujukan. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa terdapat 39 jenis tumbuhan asing dari 19 famili, yang berpotensi invasif dan mulai menyebar di tepi kawasan TWA Gunung Meja. Jumlah terbanyak jenis invasif ini berasal dari famili Asteraceae dan Fabaceae (masing-masing 8 jenis). Selanjutnya, tim peneliti yang terdiri dari Sarah Yuliana &  Krisma Lekitoo menuturkan bahwa jenis-jenis tanaman invasif, yakni: 1.) Chromolaena odorata (L.) R. M. King & H.Rob., 2.)  Lantana cammara, 3.) Merremia peltata (L.) Merrill, 4.) Mikania micrantha H. B. K.,dan 5.) Spathodea campanulata P. Beauv berpotensi merusak keanekaragaman hayati, menyebabkan degradasi ekosistem dan menghilangkan habitat tanaman lokal di TWA Gunung Meja. Informasi awal tentang jenis tanaman invasif ini dapat berfungsi detektor awal dalam rangka pencegahan dan pengendalian populasi tanaman invasif pada TWA Gunung Meja. ***RAH***

Artikel jurnal dapat diunduh pada : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPKF/article/view/4682