Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | AMELIORAN ORGANIK SANGAT BERPENGARUH TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN KEMENYAN, TREMBESI DAN KI BAWANG

Detail Berita

AMELIORAN ORGANIK SANGAT BERPENGARUH TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN KEMENYAN, TREMBESI DAN KI BAWANG

Tanah merupakan media tanam  yang sangat menentukan kualitas pertumbuhan anakan atau pohon. Namun tanah yang miskin unsur hara kurang sesuai jika dijadikan sebagai media tanam, akan tetapi dapat diatasi dengan penambahan bahan organik atau mineral yaitu dengan penambahan pupuk organik, arang, cuka kayu ataupun pupuk organik mikoriza, sehingga Ketersediaan amelioran organik sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan anakan.

Arang yang didapat dari proses karbonisasi kayu merupakan unsur hara penting yang dapat meningkatkan kualitas tanah.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan amelioran organik berupa pupuk organik arang (POA), arang serbuk gergaji (ASG), cuka kayu (CK), pupuk organik mikoriza (POM), dan pupuk organik arang mikoriza (POAM) terhadap kualitas pertumbuhan anakan jenis kemenyan, trembesi dan ki bawang yang termasuk dalam jenis kayu rimba campuran yang cukup diminati.

Penambahan amelioran organik disusun dalam 11 macam perlakuan yaitu: (p) tanah saja (kontrol); (q) pupuk organik arang (POA) 10%; (r) POA 10% + arang serbuk gergaji (ASG) 5%; (s) POA 10% + ASG 10%; (t) tablet pupuk organik arang mikoriza (POAM); (u) tablet pupuk organik mikoriza (POM); (v) tablet POM + ASG 5%; (w) cuka kayu (CK) 1%; (x) CK 1% + ASG 5%; (y) CK 2%; (z) CK 2% + ASG 5%.

Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa penambahan amelioran organik berupa kombinasi pupuk organik arang memberikan pengaruh signifikan pada respon pertumbuhan tinggi pada anakan kemenyan, trembesi dan ki bawang, namun tidak berpengaruh pada pertumbuhan diameter anakan.

Penambahan amelioran organik berupa pupuk organik arang (POA) 10% dan arang serbuk gergaji (ASG) 5%,yaitu perlakuan r, memberikan respon pertambahan tinggi terbaik bagi pertumbuhan anakan kemenyan, trembesi dan ki bawang. Namun pemberian amelioran organik pada tanaman perlu memperhatikan jenis kombinasi dan konsentrasi amelioran yang digunakan.

Hasil penelitian selengkapnya dapat mengakses  Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 36 No.3 Tahun 2018 atau diunduh melalui http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/1604/4449