Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | Mahang dan Geronggang, Kandidat Kuat Jenis Pohon untuk Dikembangkan pada HTI-Pulp di Lahan Gambut

Detail Berita

Mahang dan Geronggang, Kandidat Kuat Jenis Pohon untuk Dikembangkan pada HTI-Pulp di Lahan Gambut

Bogor (BLI, 31/1/2019) Riset yang dilakukan oleh peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan menemukan kandidat kuat jenis pohon lokal untuk dikembangkan pada lahan Hutan Tanaman Industri Pulp (HTI-Pulp) yaitu mahang (Macaranga pruinosa) dan geronggang (Cratoxylum arborescens).  

 “Hasil penelitian menunjukkan bahwa geronggang (persen hidup 80%) dan mahang (persen hidup 65,6%) memiliki kemampuan hidup yang baik sampai pada umur 5,5 tahun dan secara nyata (p<0,05) lebih baik dibandingkan krasikarpa (persen hidup 22,4%)” ungkap Ahmad Junaedi penulis riset dalam artikel yang dirilis pada jurnal Indonesian Journal of Forestry Research tahun 2018 lalu .

Sebagaimana diketahui produktivitas jenis pohon eksotik yang dikembangkan di HTI-pulp di Indonesia terus menurun. Sementara itu, beberapa jenis pohon lokal mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman HTI-pulp. Akan tetapi, informasi mengenai performa jenis pohon lokal tersebut belum tersedia dengan memadai jika secara khusus akan dikembangkan di HTI-pulp. Untuk mengetahui performa berupa kemampuan hidup, pertumbuhan dan hasil jenis-jenis pohon lokal, Ahmad melakukan riset pada 3 jenis pohon lokal lahan gambut yaitu mahang, geronggang dan skubung (Macaranga gigantea).  Menurut berbagai literatur ketiga spesies tersebut secara alami ditemukan di hutan gambut dan juga lahan gambut di sekitar Riau. Spesies pohon tersebut dipilih karena merupakan spesies perintis yang tumbuh cepat; dan lebih dari itu, seratnya bagus dalam kualitas relatif sebagai bahan baku pulp.

 “Sebuah plot penelitian dibangun di lahan gambut yang dikeringkan di Pelalawan - Riau dengan menanam ketiga pohon lokal tersebut dan ditambah jenis eksotik krasikarpa” jelas Ahmad.  Selanjutnya pengamatan dan analisis data dilakukan terhadap variabel kemampuan hidup, pertumbuhan, dan hasil dalam kaitannya untuk bahan baku pulp.

 “Pertumbuhan dan hasil jenis geronggang dan mahang pun sampai pada umur yang sama relatif baik, dengan riap tinggi 1,96 dan 2,31 m/tahun, diameter 2,08 dan 2,59 cm/tahun dan hasil 13,1 dan 21,4 m /ha/tahun. Akan tetapi, pertumbuhan dan hasil tersebut secara signifikan (p<0,05) masih lebih rendah dibandingkan pada krasikarpa, diduga karena adanya perbedaan kualitas bibit’” ungkap Ahmad.

Hal ini mengindikasikan bahwa mahang dan geronggang merupakan kandidat kuat untuk dikembangkan pada HTI-pulp di lahan gambut. Dalam artikelnya Ahmad menyarankan  untuk sampai pada tahap pengembangan, program  pemuliaan terhadap kedua jenis pohon lokal tersebut harus dilakukan.*** (TS)

 Artikel jurnal dapat diunduh pada: http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/IJFR/article/view/4637