Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | Dukung Hari Aksi Pengendalian Perubahan Iklim, BLI Pamerkan Hasil Penelitian dan Inovasi Terbaru

Detail Berita

Dukung Hari Aksi Pengendalian Perubahan Iklim, BLI Pamerkan Hasil Penelitian dan Inovasi Terbaru

BLI (Jakarta, 26/10/2018)_Badan Litbang dan Inovasi (BLI) turut berpartisipasi dalam pameran dalam rangka Hari Aksi Pengendalian Perubahan Iklim (HAPPI) 2018 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim di Manggala Wanabakti, Jakarta 24-25 Oktober 2018.

Terpisah dari stand pameran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, stand BLI menampilkan materi berupa contoh produk, poster, jurnal, info brief, buku, dan video. Hasil penelitian  terkini  yang ditampilkan terkait perubahan iklim, baik hasil penelitian BLI mandiri maupun proyek-proyek kerjasama, antara lain proyek AFOCO, FCPF, ITTO dan INCAS.

Selain hasil penelitian, inovasi terbaru yang ditampilkan yaitu AIKO, yaitu alat untuk mengidentifikasi kayu otomatis pertama di dunia. AIKO merupakan alat berbasis komputer vision yang diciptakan Badan Litbang KLHK bersama LIPI dan didukung Kemenristek Dikti sejak 2017.  Selain AIKO, BLI juga menampilkan poster Xylarium Bogoriense, perpustakaan kayu terbesar di dunia yang dikelola dan dikembangkan oleh BLI.

Stand BLI ramai dikunjungi oleh para peserta HAPPI 2018 yang dihadiri oleh lebih 700 orang baik dari kalangan pemerintah, akademisi, praktisi, NGO maupun masyarakat umum, terutama para penggiat Program Kampung Iklim (ProKlim) yang berhasil menerima penghargaan.

Eko Supriyanto, seorang penggiat ProKlim dari Kabupaten Pati menyatakan bahwa materi BLI berupa buku dan jurnal hasil penelitian dapat menambah wawasan dalam menggiatkan lingkungan. “Saya sering diminta untuk menjadi nara sumber terkait pembinaan lingkungan perlu banyak membaca penelitian dan referensi terbaru, materi dari BLI ini sangat berguna” ungkap Eko, Ketua RW 8 Desa Kutoharjo Kecamatan Pati, yang menerima penghargaan Pembina Kampung Iklim (Proklim) Daerah.

Pada kesempatan tersebut, seperti diketahui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Siti menyerahkan penghargaan Pembina Program Kampung Iklim (ProKlim) kepada 33 lokasi yang memenuhi kriteria sebagai ProKlim Utama dan 1 lokasi ProKlim Lestari yang telah melaksanakan good practises sehingga dapat meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi GRK di tingkat tapak. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada 10 provinsi dan 41 kabupaten/kota yang telah yang mendukung pelaksanaan ProKlim di wilayahnya dengan mengeluarkan kebijakan dan peraturan di tahun 2018..***TS