Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | PROCEEDINGS OF IUFRO - INAFOR JOINT INTERNATIONAL CONFERENCE 2017: MEMPROMOSIKAN SUMBER DAYA BERKELANJUTAN DARI HUTAN TANAMAN UNTUK PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEUNTUNGAN MASYARAKAT

Detail Berita

PROCEEDINGS OF IUFRO - INAFOR JOINT INTERNATIONAL CONFERENCE 2017: MEMPROMOSIKAN SUMBER DAYA BERKELANJUTAN DARI HUTAN TANAMAN UNTUK PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEUNTUNGAN MASYARAKAT

Proceedings of IUFRO - INAFOR Joint International Conference 2017  merupakan kompilasi makalah yang telah dipresentasikan pada kegiatan IUFRO - INAFOR Joint International Conference 2017. Makalah yang disajikan dalam prosiding ini terbagi menjadi 6 topik, yaitu: 1)Plantation Management for Sustainable Production, 2) Diseases and Pests, 3) Genetics and Breeding, 4) Risk and Mitigation, 5)Forest-Based Products for Greener Future dan 6) Forests for Community Benefits.

IUFRO - INAFOR Joint International Conference 2017 diselenggarakan pada 24-27 Juli 2017 di Yogyakarta.  Konferensi ini diselenggarakan oleh IUFRO Working Group 2.08.07 (Genetics and Silviculture of Acacias) bekerja sama dengan International Conference of Indonesia Forestry Researchers (INAFOR) - Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Konferensi mengambil tema "Promoting Sustainable Resources from Plantations for Economic Growth and Community Benefits”.

Seperti diketahui dalam skala global, kawasan hutan yang ditanam terus meningkat. Barang dan jasa yang disediakan oleh hutan-hutan juga semakin beragam. Interaksi hutan yang ditanam dengan penggunaan lahan lain dalam lanskap dan kontribusinya terhadap pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan sangat kompleks. Risiko untuk menanam hutan dari perubahan iklim, tekanan sosio-ekonomi dan tanggapan terhadap risiko ini telah banyak menjadi subyek penelitian. Pentingnya hutan yang ditanam untuk nilai ekonomi, lingkungan dan sosial telah diakui secara global.

Selama 30 tahun terakhir, akasia dan ekaliptus adalah dua spesies tanaman hutan utama pilihan di daerah tropis, khususnya di Asia Tenggara. Spesies akasia terpilih memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi, toleran terhadap tanah yang asam, rendah nutrisi dan terdegradasi, dan di Indonesia mudah dibentuk di lanskap yang didominasi oleh padang alang-alang. Hutan tanaman akasia yang dipanen sekarang menjadi sumber daya global yang penting dengan lebih dari 3,5 juta hektar tumbuh di Asia, Afrika dan Amerika Selatan. Mereka memasok serat untuk industri pulp dan kertas, kayu untuk perabotan, bahan bangunan, dan arang dan bahan bakar lainnya, serta digunakan untuk perlindungan tangkapan air.

Setelah beberapa rotasi yang berhasil dan sukses, para petani kini menghadapi berbagai tantangan yang mengancam keberlanjutan hutan tanaman kayu pulp akasia. Hama dan penyakit, pemadatan tanah, penyerbuan invasif dan perubahan iklim telah menjadi topik utama yang menarik bagi para peneliti yang bekerja dengan petani hutan tanaman untuk mencari cara menghadapi dan beradaptasi dengan tantangan-tantangan ini. Hasil penelitian dalam upaya menjawab tantangan ini telah dipresentasikan pada kegiatan konferensi. Sebagai dokumentasi, makalah dikompilasi dalam prosiding terdiri dari 84 makalah, 25 makalah dari Sesi Paper Presentation dan 59 makalah dari sesi Poster Presentation. Makalah-makalah ditulis oleh para peneliti, akademisi maupun praktisi dari dalam dan luar negeri. (TS).

Prosiding dapat diakses melalui link berikut: Proceedings of IUFRO - INAFOR Joint International Conference 2017