Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | Kemenristekdikti Himbau Peneliti BLI KLHK Segera Registrasi di SINTA (Sistem Indeks dan Sitasi Indonesia)

Detail Berita

Kemenristekdikti Himbau Peneliti BLI KLHK Segera Registrasi di SINTA (Sistem Indeks dan Sitasi Indonesia)

P3HH (Bogor, Agustus 2018)_“Untuk meningkatkan pemeringkatan indeks baik institusi maupun penelitinya, maka diharapkan agar semua peneliti lingkup Badan Litbang dan Inovasi, termasuk peneliti Puslitbang Hasil Hutan (P3HH) untuk segera terdaftar pada SINTA (Sistem Indeks dan Sitasi Indonesia), karena sistem pemeringkatan di SINTA itu bersifat dinamis, dan sewaktu-waktu dapat berubah,” himbau Dr. Lukman, M.Si, Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Jurnal, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) saat menjadi narasumber Alih Informasi SINTA yang diadakan P3HH bagi peneliti dan pengelola Jurnal Penelitian Hasil Hutan di Bogor, Selasa (27/8/2018).

Hal ini disampaikan Lukman mengingat berdasarkan hasil penilaian SINTA, nilai indeksasi institusi Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat ini masih sangat rendah. SINTA adalah aplikasi yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti yang dimaksudkan untuk memudahkan pendataan dan pemetaan publikasi ilmiah yang dilakukan oleh akademisi dan peneliti di Indonesia.

“Badan Litbang dan Inovasi KLHK, termasuk di dalamnya Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH) berada pada peringkat 388 dari sekitar 4400 institusi dan perguruan tinggi. Artinya peringkat instistusi dan peneliti BLI saat ini masih memiliki skor yang sangat rendah dibandingkan institusi litbang dan perguruan tinggi lainnya,” jelas Lukman.

Menurutnya, rendahnya peringkat indeksasi BLI bukan karena para penelitinya belum banyak menghasilkan KTI yang terindeks bereputasi internasional (Scopus) dan memiliki impact factor yang tinggi, melainkan karena hingga saat ini baru 3 orang penelitinya yang sudah teregistrasi di SINTA yaitu Dr. Maman Turjaman, Dr. Haruni, dan Dr. Saptadi Dharmawan.

Sebagai langkah taktis dari apa yang disampaikan Lukman, pada kegiatan alih informasi ini langsung dilakukan praktik registrasi peneliti P3HH dengan bimbingan narasumber. Proses pembelajaran melalui paparan dan praktik registrasi ini diharapkan dapat meningkatkan peringkat indeksasi lembaga BLI di SINTA, Kemenristekdikti.

Lukman menyampaikan, saat ini institusi yang memiliki peringkat pertama adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), akan tetapi skor peringkat ini masih bersifat sementara, karena peringkat tersebut berdasarkan kondisi sebenarnya (live) pada saat ini.

Lebih detail dalam Pedoman Publikasi yang diterbitkan Kemenristekdikti tahun 2017, dijelaskan bahwa SINTA merupakan pusat indeks, sitasi, dan kepakaran terbesar di Indonesia berbasis web yang menawarkan akses cepat, mudah, dan komprehensif untuk mengukur unjuk kerja peneliti dan institusi berdasarkan publikasi yang dihasilkan serta kinerja jurnal berdasarkan jumlah artikel dan sitasi yang dihasilkan.

SINTA menyediakan benchmark and analysis, identifikasi kekuatan riset setiap institusi, memperlihatkan kolaborasi penelitian, menganalisis tren penelitian, dan direktori pakar. Konten SINTA berasal dari publikasi akademisi dan peneliti di Indonesia serta jurnal Indonesia yang sudah terbit secara elektronik yang memiliki profil publikasi dan sitasi di pengindeks bereputasi.

Sistem SINTA dikembangkan untuk mengintegrasikan publikasi dan jurnal yang terbit di Indonesia sehingga dapat memetakan kinerja penulis jurnal dan institusi berdasarkan jumlah publikasi dan sitasi yang diperoleh serta peta kepakaran. Menu aplikasi SINTA ini menampilkan antara lain peringkat dan profil jurnal, peringkat dan profil institusi, peringkat dan profil penulis, dan penelusuran.***