Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | PEMANFAATAN TEKNOLOGI KERTAS NANO KARBON SEBAGAI PEMBUNGKUS WORTEL

Detail Berita

PEMANFAATAN TEKNOLOGI KERTAS NANO KARBON SEBAGAI PEMBUNGKUS WORTEL

Konsumsi kertas Indonesia, termasuk kertas bungkus makanan, diperkirakan meningkat di masa mendatang. Dikhawatirkan kemampuan produksi kertas bungkus domestik suatu saat tidak dapat mengatasi permintaan, karena potensi bahan baku serat berligno-selulosa konvensional (kayu hutan alam) semakin langka dan terbatas. Bahan serat alternatif   yang potensinya berlimpah dan belum banyak dimanfaatkan perlu diujicoba, diantaranya bambu.

Para peneliti dari Pusat Litbang Hasil Hutan, Dian Anggraini dkk, melakukan penelitian terkait pemanfaatan serat bambu dengan teknologi kertas nano karbon. Tujuan penelitian ini untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber serat alternatif melalui pembuatankertas bungkus dari serat bambu menggunakan teknologi nano karbon sebagai pelindung/pembungkus wortel. Percobaan pembuatan kertas bungkus berteknologi nano untuk wortel dilakukan menggunakan dua jenis serat bambu, yaitu tali (Gigantochloa apus) dan ampel (Bambusa vulgaris) secara terpisah.

Kedua jenis diolah menjadi pulp semikimia, lalu ditambahkan bahan aditif   partikel arang aktif  berukuran nano sebanyak 20% (b/b). Campuran (pulp bambu + arang aktif) dibentuk lembaran dengan target gramatur umum untuk kertas bungkus (60 gram/m2), lalu digunakan untuk membungkus wortel dan diuji sifat fisis-kekuatannya.

Arang mengurangi penurunan berat wortel, sehingga berindikasi dapat lebih menjaga kesegaran dan nutrisinya. Kertas asal serat bambu ampel lebih berprospek untuk pengemasan (pembungkusan) wortel dibandingkan asal bambu tali, dalam menjaga kesegaran dan nutrisinya. Penggunaan kertas hasil percobaan untuk membungkus wortel masih lebih baik dibandingkan tanpa pembungkusan, karena dapat mempertahankan kesegaran dan nutrisinya. Tulisan ini dimuat dalam Jurnal Penelitian Hasil Hutan Volume 36 No 2 Tahun 2018.

Ingin tahu lebih lanjut, sila klik tautan berikut http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/2368