Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" Badan Litbang dan Inovasi Kehutanan | Papan Untai Berarah (Oriented Strand Board), produk alternatif berbahan bambu

Detail Berita

Papan Untai Berarah (Oriented Strand Board), produk alternatif berbahan bambu

Apa itu papan untai berarah atau oriented strand board? Papan untai berarah adalah salah satu jenis papan partikel yang bersifat struktural. Papan partikel jenis ini bisa digunakan untuk menahan beban. Kita biasa mengenal papan partikel yang umum digunakan tidak untuk menahan beban, sedangkan papan untai berarah atau yang biasa disebut OSD ini mampu menahan beban misalnya digunakan untuk peti kemas, komponen dinding dan lantai pada bangunan bertingkat.  Seperti halnya papan partikel, sifat fisis dan mekanis dari OSD ini juga ditentukan oleh bahan pembuatnya dan perekat yang digunakan. Bahan alternatif untuk OSD yaitu bambu.

Bambu merupakan sumber daya potensial sebagai bahan alternatif untuk substitusi kayu. Pemanfaataan bambu sebagai substitusi kayu biasanya dibuat produk dalam bentuk bambu lamina berupa papan atau balok. Namun pembuatan produk bambu lamina dari bambu masih menyisakan beberapa bagian batang bambu yang tidak dimanfaatkan karena produk bambu lamina hanya memanfaatkan bambu yang ber diameter  besar,  dindingnya tebal  dan batangnya lurus. Dalam proses pembuatan bilah bambu untuk bambu lamina  menghasilkan limbah berupa bilah dengan ukuran yang tidak teratur. Sementara itu produk komposit berbasis bambu berupa papan partikel  tidak memerlukan ukuran bambu yang teratur, hal ini merupakan peluang untuk  memanfaatkan batang bambu berukuran kecil dan limbah-limbah bambu lamina  yang tidak bearturan ukurannya.  

Menurut standard SNI 03-2105, 2006, papan partikel adalah hasil pengempaan panas campuran partikel kayu  atau bahan berlignoselulosa lainnnya dengan perekat organik serta bahan lain. Berdasarkan penggunaannya papan partikel digolongkan menjadi papan partikel penggunaan umum dan papan partikel struktural. Papan partikel yang dibuat di industri yang ada di Indonesia pada umumnya adalah papan partikel penggunaan umum yang dalam penggunaannya tidak menahan beban.  Sedangkan papan partikel struktural penggunaannya menahan  beban misalnya untuk peti kemas, komponen dinding dan lantai pada bangunan bertingkat.

Perkembangan papan partikel struktural berupa papan untai berarah (oriented strand board atau OSB) dan papan wafer di beberapa negara menunjukkan waferboard kecenderungan meningkat karena menurunnya  produk kayu lapis (Sylviani, Sulastiningsih, & Sutigno,  2002) .

Tim peneliti dari Puslitbang Hasil Hutan, Badan Litbang dan Inovasi mencoba  mempelajari pengaruh kadar perekat dan ukuran untai bambu terhadap sifat papan OSD.

Bambu yang digunakan adalah bambu tali (Gigantochloa apus (J.A. & J.H. Schultes) Kurz), sedangkan perekatnya adalah fenol formaldehida cair.  Papan OSB skala laboratorium dibuat dari masing-masing ukuran panjang untai (7,5, 10, dan 15 cm) dengan kadar perekat bervariasi yaitu 6, 7, dan 8% dari berat kering partikel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSB bambu tali yang 3 dibuat memiliki kerapatan rata-rata 0,75 g/cm . Sifat fisis dan mekanis OSB bambu sangat dipengaruhi oleh kadar perekat yang digunakan, kecuali modulus elastisitas. Semakin tinggi kadar perekat semakin baik sifat OSB bambu yang dihasilkan. Modulus elastisitas OSB bambu sangat dipengaruhi oleh ukuran untai. Semakin panjang ukuran untai semakin tinggi nilai MOE OSB bambu yang dihasilkan. OSB bambu tali yang dibuat dengan berbagai perlakuan semuanya memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia, Standar Jepang untuk papan partikel tipe 24 dan memenuhi persyaratan Standar Inggris untuk OSB penggunaan struktural yang digunakan pada kondisi kering (Tipe OSB/2) maupun kondisi lembap (Tipe OSB/3).

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/2561