Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | DEMPUL ORGANIK ALTERNATIF PENGGANTI DEMPUL SINTETIS

Detail Berita

DEMPUL ORGANIK ALTERNATIF PENGGANTI DEMPUL SINTETIS

Produk dempul kayu komersial yang tersedia di pasar dewasa ini umumnya menggunakan bahan dengan pelarut mineral, seperti epoksi dan lateks. Bahan dempul ini dapat memberikan kualitas fisis, mekanis, dan kimia yang baik, namun bahan ini melepas banyak polutan yang berbahaya bagi kesehatan.

Kelompok resin ini dapat menghasilkan dempul dan memberikan hasil  yang baik, namun finishing penggunaannya dapat menimbulkan pengaruh yang merugikan bagi lingkungan dan kesehatan manusia (Li & Guo, 2002; Valasek & Chocholous, 2013). Kelemahan resin sintetis pada kedua aspek tersebut telah mendorong pencarian bahan finishing alternatif  dari sumber nabati atau material organik. Eksplorasi yang dilakukan dalam   penelitian terdahulu telah menghasilkan formula bahan politur dari ekstrak jati dan sirlak yang mampu meningkatkan kualitas  serta finishing keawetan pada kayu karet dan jati (Balfas & Basri, 2015).

Peneliti Badan Litbang dan Inovasi, Jamal Balfas melakukan eksplorasi penggunaan bahan alternatif berupa serbuk halus kayu jati yang dicampur dengan sirlak dan tepung dempul dalam beberapa komposisi untuk produksi dempul organik.  Performa bahan dempul alternatif diuji secara fisis, mekanis, dan kimia pada kayu tusam dan karet, serta dibandingkan dengan performa penggunaan bahan dempul komersial, yaitu epoksi (DK1) dan piroksilin (DK2). Contoh uji kedua jenis kayu dilabur dengan larutan dempul kemudian dikeringkan. Perubahan berat dan dimensi contoh uji akibat laburan ditentukan pada kondisi basah dan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan berat dan perubahan dimensi akibat rendaman beragam menurut jenis kayu, orientasi pola pemotongan papan, dan jenis bahan finishing yang digunakan. Contoh kayu tusam mengalami perubahan berat dan dimensi lebih besar daripada kayu karet. Semua formula dempul organik mampu melindungi kayu dari intrusi air, namun tidak sebaik kelompok dempul komersial DK1 dan DK2.

Hasil penelitian menunjukkan formula dempul serbuk jati dan sirlak memiliki daya tahan terhadap larutan kimia dan ketahanan gores lebih rendah daripada dempul komersial.

 

Untuk lebih lengkapnya sila klik  http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/2667/2218