POTENSI KEANEKARAGAMAN JENIS VEGETASI UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI CAGAR ALAM SITU PANJALU

Cagar Alam (CA) Situ Panjalu yang berlokasi di  Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu kawasan konservasi tertua di Indonesia. Sebagai kawasan konservasi, CA Situ Panjalu memiliki berbagai jenis flora yang bermanfaat sebagai  pelestarian plasma nutfah, pengatur tata air, kepentingan ilmu  pengetahuan, pendidikan, parawisata dan budaya.

CA Situ Panjalu selain memiliki berbagai jenis flora juga memiliki keunikan habitat karena berupa pulau yang  berada di tengah danau,  keunikan  ini cocok untuk dikembangkan sebagai tempat ekowisata. Namun pengembangan suatu cagar alam untuk ekowisata mempunyai tantangan tersendiri karena adanya batasan-batasan dalam pemanfaatannya. Kawasan ekowisata yang akan dikembangkan harus bisa mengandung unsur pendidikan untuk mengenal ekosistem alam serta memungkinkan dilakukan kegiatan penelitian serta pengambilan plasma nutfah untuk mendukung budidaya bagi masyarakat sekitar.  Saat ini  keragaman jenis flora dan potensi tegakan yang ada di cagar alam Panjalu belum diketahui sehingga wisatawan tidak mengetahui nama dari jenis-jenis yang ada di lokasi CA Situ Panjalu. Perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui  keanekaragaman jenis vegetasi yang terdapat di CA Situ Panjalu sehingga akan bermanfaat bukan saja untuk managemen pengelolaan kelestarian hayati akan tetapi sekaligus  mendukung kegiatan ekowisata.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Encep Rachman dan Aditya Hani ini bertujuan untuk mengetahui potensi keanekaragam jenis vegetasi untuk pengembangan ekowisata di CA Situ Panjalu.  Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menggunakan metode inventarisasi jalur berpetak (line plot sampling) dengan intensitas sampling 15 %.

 

Temuan tim peneliti Badan Litbang dan Inovasi tersebut menunjukkan Kawasan hutan Cagar Alam Situ Panjalu  memiliki keanekaragaman jenis yang terdiri dari 17 jenis vegetasi dari 14 famili. Komposisi tingkat  pertumbuhan yang ditemukan berturut-turut : tingkat semai 17 jenis, tingkat pancang 4 jenis, tingkat tiang 10 jenis dan tingkat pohon sebanyak 12 jenis.  Dysoxylum densiflorum Miq merupakan jenis dominan untuk semua tingkat pertumbuhan, jenis ini juga memliki Indeks Nilai Penting tertinggi pada  tingkat semai (47,64 %), pancang (57,14 %); tiang (143,04 %) dan pada tingkat pohon(147,924 %).

 

Untuk mengetahuinya lebih lanjut silahkan akses Jurnal Wasian Vol. 4 No. 1 2017 atau klik http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS/article/view/1985

Posted By Tutik Sriyati Rabu,22 November 2017 - 10:46:25 WIB Dibaca 2 Kali

GALERI FOTO

BERITA TERKINI