Faktor-faktor Penentu Produktivitas Resin Kemenyan Toba (Styrax sumatrana J. J. Sm)

Kemenyan adalah getah atau resin yang dihasilkan pohon kemenyan (Styrax spp). Pohon kemenyan dikelola dalam bentuk hutan atau kebun campuran.  Di Tapanuli, Sumatera Utar terdapat empat jenis kemenyan penghasil getah bernilai ekonomis, namun hanya dua jenis utama yang disadap yaitu kemenyan toba (S. sumatrana J.J.Sm) dan kemenyan durame (S. benzoin Dryand). Di antara keduanya, kemenyan toba lebih disukai karena memiliki kualitas getah yang lebih baik (padat dan jernih) serta harga jualnya relatif lebih tinggi (Kholibrina, 2012).

Permintaan getah kemenyan tetap tinggi namun produktivitasnya menurun.  Menurut data dari  BPS Sumatera Utara,  dii tahun 2008 produktivitas getah kemenyan mencapai 6.060 ton/ha, menurun hingga 4.620 ton/ha di tahun 2012. Penurunan produktivitas disebabkan penurunan populasi akibat penebangan, umur tanaman tua dan permudaan yang mengandalkan regenerasi alam.Belum banyak upaya yang berhasil dilakukan untukmeningkatkan produktivitas, sehingga diperlukan terobosan baru.

Peneliti Badan Litbang dan Inovasi, telah melakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor penentu produktivitas getah kemenyan toba  Styrax sumatrana. Faktor-faktor yang diukur dibatasi pada karakteristik  fenotipe dan karakteristik lingkungan tegakan. Informasi faktor-faktor penentu produktivitas yang diperoleh diharapkan menjadi dasar pertimbangan dalam pengaturan teknik silvikultur kemenyan untuk mendorong peningkatan produktivitasnya.

Faktor-faktor yang diukur dibatasi pada karakteristik fenotipe dan karakteristik lingkungan tegakan dari berbagai hutan kemenyan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara dan Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2012-2015. Karakteristik fenotipe yang diukur adalah diameter, tinggi, umur, percabangan, warna kulit, tebal kulit, pembungaan dan keberadaan buah. Karakteristik lingkungan yang diukur adalah ketinggian tempat, temperatur, kelembaban relatif, intensitas cahaya, kerapatan tegakan, intensitas pemeliharaan dan pola penanaman.

Produktivitas getah diukur dari rata-rata berat getah pohon contoh pada setiap panen. Hasil analisis tandan menunjukkan terdapat empat kelompok kinerja pengelolaan hutan kemenyan yang menggambarkan tingkat produktivitas resin, intensitas pengelolaan, perbedaan kondisi lingkungan dan penampakan fenotipe tegakan kemenyan. Hasil analisis diskriminan diperoleh empat faktor penentu produktivitas getah yakni warna kulit batang (34%), jumlah penampakan bunga (20%), kelembaban relatif (23%), dan intensitas cahaya di bawah naungan (23%). Faktor-faktor ini memiliki konsekuensi terhadap teknik silvikultur yang diterapkan seperti pola pencampuran dan pengaturan jarak tanam.

Hasil penelitian dapat didownload via:  http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPKS/article/view/faktor%20fenotipe

 

 

 

Posted By Tutik Sriyati Rabu,18 Oktober 2017 - 15:34:25 WIB Dibaca 2 Kali

GALERI FOTO

BERITA TERKINI