Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | PENGARUH PIPERONIL DAN PERAK NITRAT DALAM JALUR PENGURAIAN n-OKTADEKANA OLEH Fusarium sp. F092

Detail Berita

PENGARUH PIPERONIL DAN PERAK NITRAT DALAM JALUR PENGURAIAN n-OKTADEKANA OLEH Fusarium sp. F092

 Susunan senyawa yang paling besar terdapat di minyak mentah adalah senyawa alifatik. Remediasi senyawa alifatik pada areal terkontaminasi minyak mentah menjadi perhatian utama masalah lingkungan dan bisa menjadi tolak ukur dalam upaya pemulihan areal tercemar. 
 
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa jamur Fusarium sp. F092 mampu mengurai chrysene dan senyawa alifatik yang menjadi penyusun ceceran minyak mentah. Akan tetapi khusus untuk penguraian senyawa alifatik, mekanisme jalur degradasi oleh F092 belum terungkap secara jelas. Oleh karena itu, Tim Peneliti gabungan dari Balai Penelitian Teknologi Serat Kuok, BLI Kementerian LHK, Asep Hidayat dan Sanro Tachibana, Ehime University Jepang melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme degradasi senyawa alifatik dengan menggunakan satu senyawa tunggal alifatik n-oktadekana berikut pengaruh pemberian Piperonyl Butoxide (PB) dan Perak Nitrat (AgNO3 ) dalam penguraian n-oktadekana. 
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fusarium sp. F092 mampu mengurai n-oktadekana dari konsentrasi awal 125 mg L-1menjadi 13 mg L-1selama 60 hari masa inkubasi. Beberapa senyawa metabolit hasil penguraian dapat terdeteksi dan teridentifikasi sebagai kelompok senyawa asam karboksilat. Mau tahu informasi selanjutnya? Silahkan akses Indonesian Journal of Forestry Research Vol. 3, No. 1, April 2016, 1-7 atau klik  http://dx.doi.org/10.20886/ijfr.2016.3.1.1-7