Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | DAPATKAH HUTAN BEKAS TEBANGAN MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK PULIH?

Detail Berita

DAPATKAH HUTAN BEKAS TEBANGAN MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK PULIH?

Penebangan hutan masih berlangsung di Papua, namun informasi mengenai struktur tegakan masih belum banyak. Bersadarkan hal tersebut, Relawan kuswandi dan Agustinus Murdjoko, tim peneliti dari BPK Manokwari BLI Kementerian LHK berusaha mempelajari struktur populasi dari tegakan pada hutan bekas tebangan di daerah Papua Selatan. 
 
Hasil penelitian yang mereka lakukan ini telah dipublikasikan di Indonesian Journal of Forestry Research Vol. 2, No. 2, October 2015, 93-101 menggunakan empat species yang tumbuh dalam Petak Ukur Permanen (PUP). Keempat species yang diamati tersebut adalah Vatica rassak, Syzygium sp., Litsea timoriana dan Canarium asperum. PUP berlokasi di PT Tunas Sawerma, Asiki, Boven Digul, Papua. Dataset diperoleh dari pengukuran tahun 2005 dan 2012 yang terdiri dari jenis, jumlah individu dan diameter. Selanjutnya, Intergral Projection Models digunakan untuk menganalisis struktur tegakan dengan menggunakan mortality, pertumbuhan, recruitment dan fecundity ke dalam persamaan. 
 
Hasil simulasi model menunjukan bahwa model struktur tegakan dari keempat species adalah sama dimana banyak individu yang berada pada pohon dengan diameter kecil dibandingkan dengan jumlah individu pada pohon yang berdiameter besar. Lalu apakah hutan bekas tebangan memiliki kemampuan untuk kembali pulih berdasarkan penelitian ini? Pembaca dapat mengakses Indonesian Journal of Forestry Research Vol. 2, No. 2, October 2015, 93-101 atau klikhttp://dx.doi.org/10.20886/ijfr.2015.2.2.93-101