libforda | Obat Diabetes Alami dari Hutan

Detail Berita

Obat Diabetes Alami dari Hutan

Menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia, diabetes tergolong dalam enam penyakit yang mematikan di Indonesia. Trend pengobatan kembali ke alam seperti tanaman obat menjadi alternatif pengobatan bagi masyarakat, salah satunya adalah masyarakat Karo, Sumatera Utara. Masyarakat Karo biasa memanfaatkan berbagai spesies tanaman dalam kehidupan mereka, termasuk untuk pengobatan seiring dengan filosofi yang mereka pegang yakni "lit bisa lit tawar" yang berarti semua penyakit dapat disembuhkan. 
 
Guna mengetahui tanaman kayu apa saja yang dapat digunakan untuk pengobatan diabetes, peneliti Balai Penelitian Aek Nauli, Badan Litbang dan Inovasi – KLHK,  berusaha mengidentifikasi jenis-jenis tanaman yang digunakan oleh masyarakat Karo- Sumatara Utara, untuk mengobati diabetes secara tradisional. 
 
Tim yang beranggotakan Rospita Odorlina Situmorang, Alfonsus H. Harianja, Johansen Silalahi ini mengidentifikasi responden melalui metode survey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 jenis tanaman berkayu untuk mengobati diabetes, yaitu: loning (Psychotria sp.), kacihe (Prunus accuminta Hook), kayu afrika (Maesopsis eminii Engl), jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk), cepcepan (Villebrunea subescens Blume), pirdot/cepcepan lembu (Saurauia vulcani Korth), raru (Cotylelobium melanoxylo), sukun (Artocarpus altilis), salam (Syzygium polyanthum Wight), mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq), kulit manis (Cinnamomum burmanni), dan bambu kuning (Bambusa vulgaris Schrad).
 
Ingin tahu kelanjutan informasi dari artikel ilmiah yang telah dipublikasikan di Indonesian Journal of Forestry Research Vol. 2, No. 2, October 2015, hal. 121-130 ini? Silahkan pembaca mengakses http://dx.doi.org/10.20886/ijfr.2015.2.2.121-130