Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | Badan Litbang dan Inovasi ikuti Pekan Lingkungan dan Kehutanan 2015

Detail Berita

Badan Litbang dan Inovasi ikuti Pekan Lingkungan dan Kehutanan 2015

FORDA( Jakarta, 18 Juni 2015). Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Lingkungan dan Kehutanan 2015, Kamis (18/6/2015) hingga Senin (21/6/2015), di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

 
Pameran yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) itu, dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya serta Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
 
Pameran tahunan ke-19 ini mengambil tema, "Mimpi dan Aksi Bersama untuk Keberlanjutan Kehidupan di Bumi”. Tema ini sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day 2014) yang dikeluarkan oleh United Nation Environment Programme (UNEP) yaitu “Seven Billion Dreams, one Planet, Consume with Care”.

Dalam laporannya Menteri Siti mengatakan bahwa pameran ini merupakan ajang untuk menunjukkan kinerja dan capaian yang diperoleh dari berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah, dunia usaha dan masyarakat di bidang pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan. Acara ini juga merupakan bentuk kampaye kepada publik guna meningkatkan pengetahuan dan keilmuan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup dan kehutanan  Menteri Siti berharap“Ketika ada pengetahuan dan keilmuan akan ada pemahaman untuk  melakukan sesuatu”.

Setuju dengan  yang dikatakan oleh Menteri Siti, dalam sambutan pembukaan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla  mengatakan bahwa  sesuatu itu tidak hanya dipamerkan tapi harus  dilaksanakan dan diawasi pelaksanaanya.  Begitu pentingnya ini maka banyak kampaye "green" dan "eco" sekarang menjadi tren dunia. “Namun yg paling penting adalah pelaksanaannya dan pengawasan” tegas Wapres.

Jusuf Kalla mengatakan bahwa  pada beberapa tahun ini telah banyak perubahan sikap.  Pada tahun  70an sampai 80an semua pejabat dan pengusaha berlomba menebang pohon, semua orang kaya berasal dari  membabat hutan, sehingga sekarang rakyat mendapat berkahnya berupa banjir, tanah yang tandus dan perubahan iklim. Hal ini terjadi karena hutan tidak dikelola dengan norma-norma dan cara yang baik.

 

Lebih lanjut Jusuf Kalla mengatakan Indonesia mempunyai peran yang penting dan masih beruntung karena menjadi bagian yang menjaga lingkungan dunia  dan masih tersisa hutan-hutan di Indonesia.  Indonesia telah berusaha melaksanakan prinsip-prinsip pengelolaan kehutanan yang baik, salah satu contohnya  saat ini untuk menjual kayu harus menyertakan label  HTI dan dikelola dengan teknologi.

Namun Jusuf Kalla juga menyadari bahwa lingkungan bukan hanya hutan. Lingkungan juga terkait dengan pola komsumsi dan  bagaimana kita menghemat energi dengan kembali ke alam. Salah satu contohnya yaitu  memanfaatkan angin dan matahari untuk energi. Menjaga lingkungan dilakukan untuk menjaga keberlangsungan kehidupan dan mendapatkan kenyamanan di bumi.

Dalam pameran yang merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, Badan Litbang dan Inovasi memamerkan produk dan IPTEK terutama yang terkait dengan pangan dan energi, seperti nyamplung, sukun dan aren. Selain itu juga dipamerkan materi lain berupa benih unggul, gaharu dan perubahan iklim. Materi berupa publikasi, alat peraga, flyer, leaflet berasal dari Puslitbang dan Satker lingkup Badan Litbang dan Inovasi.  (TS)