Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | Workshop Pembuatan Poster: Pembekalan Keikutsertaan Peneliti pada XXIV IUFRO World Conggres 2014

Detail Berita

Workshop Pembuatan Poster: Pembekalan Keikutsertaan Peneliti pada XXIV IUFRO World Conggres 2014

FORDA (Bogor, 9 September 2014). Badan Litbang Kehutanan kembali menggelar Pembekalan Keikutsertaan Peneliti pada XXIV IUFRO World Conggres 2014 pada hari Selasa (9/9) di Bogor.

 

“Kali ini merupakan pembekalan atau gladi bagi teman-teman peneliti yang akan berangkat ke XXIV IUFRO World Conggres 2014“ kata Kepala Bagian Evaluasi, Diseminasi dan Perpustakaan, Ir. C. Nugroho Sulistyo Priyono, MSc keti ka membuka acara.  

 

Lebih lanjut Nugroho mengungkapkan bahwa abstrak dari Badan Litbang Kehutanan yang diterima oleh Panitia IUFRO yaitu delapan paper dan 27 poster, tetapi karena Badan Litbang Kehutanan tidak mempunyai biaya untuk mensupport keberangkatan, maka Sekretariat menganjurkan para peneliti yang diterima abstraknya untuk mengajukan beasiswa Scientist Assistance Programme dari IUFRO, sehingga terpilih enam orang peneliti  yang akan membawakan satu paper pada oral presentation dan 12 poster.

 

Pembekalan kali ini merupakan pembekalan kedua, beberapa peneliti sudah ditampilkan minggu lalu (2/9). Pembekalan yang dilaksanakan dalam rangka Diskusi Ilmiah Putaran III ini  menampilkan Iis Alviya, S.P., MSE, peneliti Puslitbang Perubahan Iklim dan Kebijakan, Dr. Budi Leksono dan Dr. Vivi Yuskianti, peneliti Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Budi Hadi Narendra, S.Hut. MSc.  dari Puslitbang Konservasi dan Rehabilitasi. Selain gladi bagi peneliti, dilaksanakan juga sesi khusus Workshop Pembuatan Poster.

 

 “Poster itu lebih sulit daripada oral, oleh karena itu perlu penyajian yang precise kata Nugroho diawal acara. Lebih lanjut Nugroho mengatakan bahwa untuk mengakomodasi permintaan para peneliti untuk diberikan panduan dalam pembuatan poster, maka kali ini ada sesi  highlight poster oleh ahlinya.

“Peneliti harus bisa mengkomunikasikan hasil penelitiannya baik kepada sesama scientist maupun kepada khalayak umum dalam bentuk poster” kata Nugroho. Untuk itu, lanjut Nugroho diperlukan  informasi hal-hal yang prinsip dalam mendisain poster.

 

Menanggapi pernyataan Nugroho, Cristian Tampi narasumber dari CV Dapur Design mengatakan bahwa basic  apa saja yang perlu kita perhatikan, walaupun materi yang ditampilkan bersifat scientific, salah satunya yaitu  apakah poster kita ini akan menjadi sesuatu yg renik ataukah sesuatu yang akan terbaca oleh orang.

Cristian juga mengomentari materi poster untuk XXIV IUFRO World Conggres 2014  merupakan poster hasil penelitian dari awal sampai akhir. “Maka perlu ditentukan mana yang akan ditonjolkan untuk di-highlight, poster secara tidak langsung akan menarik emosi pembaca” ungkap Cristian.

 

“Key point dalam membuat poster yaitu readibility (mudah dibaca), visibility (mudah diliat), legality (mudah dimengerti) dan komposisi/layout, bagaimana menarik orang untuk melihat lebih dekat” terang  Silvia Tampi, Creative Director CV Dapur Design.

 

Lebih lanjut Silvia menjelaskan bahwa  poster yang baik harus memperhatikan beberapa hal yaitu tujuan, eyecatching, audien, layout atau komposisi dan materi atau content.

 

“Tujuan yang dimaksud yaitu tujuan pembuatan poster, apakah memberikan informasi saja atau ajakan untuk berpartisipasi, berdiskusi, dan lain-lain. Poster juga harus eyecatching, artinya bisa  menarik pengunjung untuk melihat dan membaca lebih lanjut diantara jajaran poster yang didisplay di sekitarnya.  Judul poster juga harus bisa menarik pengunjung. Seperti halnya judul/headline pada koran yang pendek, tajam dan mengajak/mendorong pembaca untuk membaca lebih lanjut” lanjut Silvia.

 

“Pembuat poster juga harus mencari tahu audien yang akan membaca poster, apakah sesama peneliti, dalam lingkup kehutanan, atau khalayak umum. Hal ini penting dalam menyusun seberapa dalam isi poster, baik dari judul, materi atau istilah-istilah  ilmiah” jelas Silvia.

 

Sedangkan terkait layout atau komposisi, Silvia berpesan “Jangan memadati seluruh area poster dengan content,  pastikan point-point penting disampaikan setinggi eye-level audien”. Begitu pula dengan content, Silvia menegaskan bahwa pada poster, materi sebaiknya ditampilkan singkat dan padat. Pemaparan materi yang lebih detail bisa melalui leaflet atau brosur yang disiapkan dibawah poster.

Pada akhir acara yang dihadiri oleh 50 peneliti lingkup Badan Litbang Kehutanan, Nugroho berharap “Semoga materi workshop bisa memperkaya wawasan kita tentang poster.”  (TS).

 

Materi terkait:

-     Kumpulan Abstrak Peneliti Badan Litbang Kehutanan 24th IUFRO World Conggress 5 – 11 Oktober 2014

-     Workshop Pembuatan Poster (Dapur Design)