Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | Aplikasi Teknik Pemeliharaan Pohon Ramah Lingkungan Pada Areal Penanaman Pohon Hari Bakti Kehutanan

Detail Berita

Aplikasi Teknik Pemeliharaan Pohon Ramah Lingkungan Pada Areal Penanaman Pohon Hari Bakti Kehutanan

Salah satu kegiatan pada acara Hari Bakti Kementerian  Kehutanan adalah penanaman pohon. Pada tahun 2014 acara peringatan Hari Bakti Kehutanan dilakukan penanaman pohon di sekitar Gedung Olah Raga  (GOR), kompleks lapangan sepak bola  Kabupaten Bogor di Cibinong. Penanaman meliputi jenis-jenis pohon kehutanan dan jenis-jenis pohon buah dan jenis MPTS yang dilakukan pada tanggal 12 Maret 2014.  Pohon-pohon tersebut ditanam oleh para petinggi Kementerian Kehutanan, Bupati Bogor, Perum Perhutani , dan para karyawan Kementerian Kehutanan.

Penanaman pohon harus diikuti dengan kegiatan pemeliharaan , agar pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik sesuai harapan para penanam pohon. Kegiatan pemeliharaan yang tidak dilakukan secara tepat waktu setidaknya sampai umur tiga tahun telah mengakibatkan banyak pohon yang pertumbuhannya kurang baik dan bahkan menyebabkan kematian.   Biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk penanaman pohon cukup besar, oleh karena itu diharapkan pohon-pohon yang ditanam tumbuh baik.

Aplikasi teknik pemeliharaan pohon yang murah, mudah dan ramah lingkungan telah dilakukan oleh Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan bekerjasama dengan BP DAS Ciliwung. Pada tanggal 22 April 2014 telah dilakukan kegiatan pemeliharaan tanaman di areal penanaman pohon Hari Bakti Kementerian Kehutanan di Cibinong dengan menggunakan mulsa daun kering. Contoh pemeliharaan dengan MDK dilakukan pada elapan pohon termasuk tanaman Menteri Kehutanan (foto). Bahan baku mulsa daun kering (MDK) adalah daun-daun kering yang terdapat di Arboretum Badan Litbang Kehutanan di Gunung Batu Bogor. Setiap hari MDK dihasilkan pada saat pembersihan jalan dan pekarangan di sekitar kantor dan halaman.  Pelaksanaan pemeliharaan dimulai dengan membersihkan sekitar tanaman dengan ukuran 1 m x 1 m. Selanjutnya disekitar tanaman diberi MDK. Ketebalan MDK sangat penting yaitu harus cukup tebal minimum  20 cm atau satu jengkal, makin tebal makin baik.  Kemudian untuk menjaga agar MDK tidak terbawa angin, terutama pada lokasi yang banyak angin, maka MDK ditutup dengan jaring atau jala berukuran 1 m x 1 m.
Aplikasi MDK untuk memelihara  tanaman, terutama tanaman muda berumur kurang dari tiga tahun mempunyai banyak keuntungan diantaranya:
  1. Menekan tumbuhnya rumput liar atau gulma disekitar tanaman, karena tidak ada cahaya matahari yang menembus MDK. Berdasarkan hasil penelitian MDK akan hancur dalam waktu 4-6bulan tergantung ketebalan dan jenis daun.
  2. Sejalan dengan waktu maka MDK akan terdekomposisi atau hancur dan menjadi pupuk bagi tanaman yang pada akhirnya akan mempercepat pertumbuhan tanaman
  3. kondisi tanah sekitar tanaman lebih baik karena tidak terkena air hujan secara langsung melainkan mengenai MDK lalu mengalir ketanah
  4. suhu tanah rendah karena tertutup MDK sedangkan kelembaban meningkat yang bermanfaat bagi cacing dll.

 Aplikasi MDK dalam pemeliharaan tanaman adalah  mudah, murah, ramah lingkungan dan bila dikelola dengan baik dapat menambah nilai ekonomi. Daun kering yang terdapat di taman, pekarangan, hutan dikumpulkan dan dimasukkan kedalam karung. MDK tersebut dalam jumlah yang cukup dapat dijual kepada pemilik pohon atau pengusaha HTR skala kecil. MDK juga dapat digunakan untuk media tumbuh dalam polybag  setelah dihancurkan dan dicampur dengan kompos. 

 

Sumber informasi MDK:

  1. Mulsa Daun Kering Pengendali Gulma dan Penyubur Tanah di Hutan Tanaman. Murah, mudah dan ramah lingkungan. Booklet Puslitbang Peningkatan Produktivitas Hutan Jalan Gunung Batu, Bogor
  2. Bantal Mulsa Daun Kering untuk memelihara Pohon. Leaflet Puslitbang Peningkatan Produktivitas Hutan, Jalan Gunung Batu Bogor.   (RE)