Pendayagunaan Mikroba untuk Penjernihan Kolam Manggala Wanabakti, Mungkinkah?

FORDA (Bogor, 9/9/2013)­_Kolam yang berada di Kompleks Gedung Manggala Wanabakti (MWB) Jakarta,  seperti kita ketahui kondisinya sangat keruh, berwarna hijau dan menimbulkan bau yang tidak sedap.  Hal ini menjadi concern  Menteri Kehutanan dengan menginstruksikan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan untuk mengambil langkah dalam penanganannya. “Untuk itu, sebelum Sekretariat Jenderal melakukan pengerukan, yang kita lakukan adalah meneliti penyebab mengapa kolam MWB menjadi keruh dan rekomendasi ke depan, apabila dikeruk supaya jernihnya lebih lama”, demikian ungkap Sekretaris Badan Litbang Kehutanan, Ir.Tri Joko Mulyono, MM. mengawali Diskusi Ilmiah Putaran III yang bertajuk “Pendayaan Mikroba untuk Penjernihan” yang berlansung Hari Kamis, 9 September 2013 di Ruang Soediarto Puslitbang Konservasi dan Rehabilitasi. Lebih lanjut Tri Joko mengharapkan agar kedepan Badan Litbang Kehutanan lebih banyak berbicara dan tampil baik dalam tataran Kementerian Kehutanan maupun di luar Kementerian Kehutanan sehingga Badan Litbang Kehutanan lebih dikenal.

 

 Dr. Asep Hidayat, peneliti Puslitbang Konservasi dan Rehabilitasi, sebagai nara sumber diskusi mencoba menjawab tantangan penjernihan kolam MWB dengan terlebih dahulu melakukan analisa penyebab keruhnya kolam dan beberapa ujicoba penjernihan.  “Dari penelitian, warna hijau kolam MWB kemungkinan dari alga yang berkembang pada air yang stagnan. Alga mempunyai pigmen warna merah, hijau dan biru. Warna hijau merupakan klorophil yang tidak akan larut dalam air, hanya larut dalam alkohol, methanol dan AtoAC, sehingga warna hijau kolam adalah kamuflase” Kata Dr. Asep Hidayat. Lebih lanjut, lulusan S3 bidang Applied Biological Science ini mengatakan faktor-faktor yang membuat alga bisa tumbuh di  kolam MWB antara lain karena tingginya sinar matahari yang masuk ke kolam MWB  (100% open), banyaknya nutrisi berupa amonia, nitrit, pospat,  serta hangatnya suhu air dan tidak adanya sirkulasi air. Untuk itu diperlukan bioremediasi, yaitu respon secara biologis terhadap pencemaran lingkungan dengan jamur, bakteri  dan mikroorganisme lainnya.

 

Rekomendasi

Melihat kondisi kolam MWB tersebut, rekomendasi yang ditawarkan  Dr. Asep Hidayat antara lain:

1. Perlu diyakinkan sirkulasi air masuk dan air keluar kolam MWB benar berfungsi.

2.  Membuat keseimbangan natural biologis tanpa menggunakan bahan kimia. Kombinasi tanaman air yang mempunyai 3 fungsi sebagai filtrasi, kompetitor alga, dan mengeluarkan oksigen. Contoh tanaman air yaitu water Irish dan penutupan lahan di dalam kolam dengan teratai.

3.   Penutupan air  kolam MWB  50-60% dengan floating plants

4.  Pemasangan  sistem aerasi dan sirkulasi yang dilengkapi dengan filltrasi dengan zeolite atau karbon.

5.  Menambahkan ultraviolet stabilizer.

6.  Menanam ikan dengan jumlah ikan yang rasional

7.  Perlu pemeliharan yang baik dan kontinyu.

 

Diskusi yang dimoderasi oleh Dr. Maman Turjaman ini diikuti oleh 31 peserta yang berasal dari kalangan peneliti, penyuluh dan widyaiswara. Dalam sesi diskusi, beberapa peserta memberikan masukan dan saran terkait rekomendasi yang tepat dalam solusi penjernihan kolam MWB.

 

Sebagai tindak lanjut diskusi, akan dilakukan evaluasi lebih lanjut terkait pengelolaan kolam MWB, terutama untuk mengetahui sirkulasi air yang masuk ke dalam kolam berasal dari mana dan saluran keluarnya seperti apa. Pencegahan masuknya limbah domestik ke dalam kolam juga penting untuk dilakukan. Lebih lanjut perlu juga dilakukan untuk mendeteksi keberadaan e.coli, untuk mengetahui adanya substansi lain yang berbahaya dalam kandungan air kolam tersebut. Selain itu kombinasi kegiatan dan treatmen secara langsung terhadap kolam seperti pengerukan sedimen, dan penjernihan, serta sirkulasi air kolam yang baik perlu segera diupayakan. (TS & RM)

 

Materi diskusi dapat diunduh pada link berikut :

Pendayagunaan mikroba untuk penjernihan

Posted By Tutik Sriyati Selasa,10 September 2013 - 15:32:41 WIB Dibaca 26047 Kali

GALERI FOTO

BERITA TERKINI

Video

Sosial Media